Info Sinertour

7 Ayat Istimewa Dalam Alquran

7 Ayat Istimewa Dalam Alquran

11/09/2020
374 view

Istimewa di sini tidak lantas berarti ayat ini memiliki kelebihan magis atau lainnya dibandingkan ayat lain. Penggunaan kata tersebut hanyalah sebagai penjelasan bahwa ayat ini memiliki sesuatu yang tidak dimiliki oleh ayat-ayat lainnya. Untuk lebih jelasnya, berikut pemaparannya.

1.Basmalah
Ayat ini menjadi istimewa karena dua hal. Pertama, ia merupakan ayat pertama dalam Alquran. Sebagaimana diketahui, Al-Fatihah adalah surat pertama dalam Alquran yang berarti “pembukaan”. Kalimat “bismillahirrahmanirrahim” merupakan ayat pertama dari surat ini. Kedua, ayat ini juga menjadi ayat yang paling banyak diulang dalam Kitab Suci umat Islam tersebut. Sempat tidak tercantum dalam permulaan surat At-Taubah, ayat ini diulang dua kali di surat An-Naml yaitu di permulaan surat dan ada ayat ke-30. Total ada 114 kali kalimat ini diulang-ulang dalam Alquran. Jumlah ini sesuai dengan jumlah surat dalam Alquran.

2.Ayat ke-6 Surat An-Nas

Ayat ini disebut istimewa karena menjadi ayat terakhir dalam Alquran. Berbunyi “minal jinnati wan-nas” yang berarti “dari (golongan) jin dan manusia”. Ayat ini merupakan bagian dari permohonan perlindungan kepada Allah dari kejahatan bisikan jin dan manusia.

3.Ayat 282 dalam Surat Al-Baqarah

Ayat ini merupakan ayat terpanjang dalam Alquran. Ayat ini berbicara tentang utang-piutang. Ini mengisyaratkan bahwa utang-piutang mendapat perhatian penting dalam hukum Islam. Di dalamnya disebutkan bahwa jika ingin melakukan transaksi utang, maka harus ada saksi yang menuliskannya.

4.Ayat “fa biayyi ala-i …” dalam Surat Ar-Rahman

Ayat yang paling sering diulang dalam satu surat. Kemunculan pertamanya adalah pada ayat ke-13 dan selanjutnya berulang dengan berselang satu atau dua ayat hingga akhir surat. Jumlah pengulangannya mencapai 31 kali. Adapun arti dari ayat ini adalah “maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kalian dustakan?”, sebuah pertanyaan yang semestinya tidak memerlukan jawaban lagi.

5.Ayat 19 dalam Surat Al-Kahfi

Ayat ini merupakan ayat yang di dalamnya terdapat nishful Quran (pertengahan Alquran). Setelah dilakukan perhitungan, kata yang tepat berada pada pertengahan Alquran adalah kata “wal yatalaththaf” yang berarti “dan berlemahlembutlah”. Ayat ini menceritakan tentang Ashabul Kahfi, kisah para pemuda yang mempertahankan keimanannya di masa pemerintahan seorang raja zalim lalu melarikan diri di gua. Sesampai di sana, mereka ditidurkan oleh Allah dalam rentang waktu yang cukup lama, sekitar 300 tahun masehi atau 309 tahun hijriyyah. Ketika terbangun dan merasakan kelaparan, mereka menganjurkan salah satu dari mereka untuk membeli makanan di kota dengan uang yang ada pada mereka. Mereka juga menyarankan temannya itu untuk tidak memperkenalkan diri kepada siapapun dan bersikap lemah lembut agar tidak ada yang curiga. Mereka takut teman mereka itu akan dikenali oleh pegawai kerajaan dan akan dibunuh. Padahal ketika itu, kerajaan sudah dipimpin oleh seorang raja yang adil.

6.Ayat 1 dalam Surat Al-‘Alaq

Ayat ini merupakan ayat pertama diturunkan kepada Nabi Muhammad saw, sang penerima wahyu suci ini. Berbunyi “iqra’ bismirabbikal ladzi khalaq”. Artinya “bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan”. Ayat ini sekaligus menjadi penanda bahwa betapa pentingnya ilmu pengetahuan yang diperoleh dengan membaca dalam Islam. Membaca yang dimaksud di sini tentu saja bermakna luas. Sebab, menurut M. Quraish Shihab dalam tafsir Al-Mishbahqara-a yang menjadi kata dasar dari kata iqra’ (fi’il amar atau kalimat perintah) berakar dari kata lain yang memiliki arti “menghimpun”. Menghimpun tentu saja bermakna jauh lebih luas, dan bila dikaitkan dengan ilmu pengetahuan, maka bisa saja diartikan sebagai menghimpun informasi dari berbagai sumber: pengamatan (observasi), penelitian (riset), percobaan (eksperimen) dan sebagainya.

7.Ayat 3 dalam Surat Al-Maidah

Mayoritas ulama berpendapat bahwa penggalan ayat ini yang dimulai dri “al-yawma akmaltu lakum” hingga “islama dinan” merupakan ayat terakhir yang turun di kala Haji Wada’, haji terakhir yang ditunaikan Rasulullah. Ayat ini menceritakan tentang penjelasan Allah tentang telah sempurnanya ajaran Islam yang dibawa oleh Rasul-Nya.

Sumber : tudjuh.blogspot.com